Judul lagu?? Yup, anda benar tapi bukan itu yang aku maksud. Hee…
Itu merupakan kata yang pernah aku ucap dan alami, ketika aku baru merasakan getaran yang begitu hebat dalam lubuk hati yang paling dalam.
Kalo dalam bahasa kerennya The Bottom of My Heart. weeiisss….
Cinta, C.I.N.T.A. Dulu pernah dijelaskan sama teman bahwa Cinta itu adalah Cerita Indah Nan Tiada Akhir. Cinta itu buta, Cinta itu Suci, Cinta itu…Cinta itu.. Tak henti-hentinya cinta itu dijabarkan oleh beberapa pujangga. Sangat sensitif jika berbicara dengan cinta, tak jarang cinta itu menimbulkan emosi yang beragam bagi pelakunya. Ada yang senyum, sedih, menangis, tertawa, marah, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena cinta.
Subhanallah…. begitu dahsyatnya kekuatan cinta.
Jadi teringat karyanya Kang Abik yang begitu Ruarr Biaza dalam Buku KCB (Ketika Cinta Bertasbih)nya:
cinta adalah kekuatan yang mampu:
- mengubah duri menjadi mawar
- mengubah cuka menjadi anggur
- mengubah malang menjadi untung
- mengubah sedih jadi riang
- mengubah setan jadi nabi
- mengubah iblis jadi malaikat
- mengubah kikir jadi dermawan
- mengubah kandang menjadi taman
- mengubah penjara menjadi istana
- mengubah amarah menjadi ramah
- mengubah musibah menjadi muhibah, itulah cinta…………
meskipu cinta telah ku uraikan panjang lebar. Namun, jika cinta itu datang, aku jadi malu akan keteranganku sendiri. Meski lidahku tlah mampu menguraikan dengan terang. Namun, tanpa lidah cinta begitu lebih terang. Sementara pena, begitu tergesa-gesa menulisnya, kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai pada cinta dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya, bahkan keledai terbaring dalam cinta sendirian yang menerangkan cinta dan percintaan………….
Mengalami rasa cinta yang pertama sewaktu di bangku kuliahan memang sudah terlambat dibandingkan teman-teman sebayaku. Tapi aku tak peduli, dan terus berusaha mengejar cinta itu.
Namun, wanita yang kucintai ini berbeda, cinta yang tak biasa. Dia lebih mencintai Sang Maha Penguasa Cinta, dia tutupi apa yang seharusnya ia tutupi, ia rendahkan suaranya karena takut jadi fitnah. Subhanallah…
Dalam hati sempet terbesit, saya mencintai wanita yang salah. Tapi mengapa makin kucinta?? Makin ku ingin memilikinya, makin kuingin bersamanya. Nasehatnya yang kudapatkan ketika berbicara dengannya masih kukenang hingga sekarang. “Perbaiki akhlaqmu dan Allah memberikan kamu yang terbaik“. Ya, terus terngiang dalam telingaku.
Mengapa aku bisa cinta dia?? Baru sekarang kupahami, Jika aku menginginkan masa depan. Masa depan yang lebih cerah bersamanya, masa depan yang ingin lebih dekat denganNya.
Seharusnya Aku Cinta dia karena Allah.
Seharusnya Aku Cinta dia karena dia lebih dekat dengan Allah, dia bisa mempertahankan apa yang menjadi kehormatannya, dia bisa berdakwah dengan akhlaqnya. Aku cinta dia…
Namun sekali lagi baru kusadari sekarang, seharusnya aku bukan cinta dia. Tapi aku cinta yang seperti “itu”. Siapapun itu.
Aku selalu ingat kata-katanya, dan Allah pasti memberikan yang terbaik buat hambanya yang mau berusaha. Amiin.
Didedikasikan kepada Temanku yang sedang uring-uringan tentang CINTA.

hati-hati lho dhi, yakin karena Allah ? hehe
Hahaha…. haduh..haduh…
salah tuliss… itu tulisanku waktu tingkat 2.
mmmm…. ikhtiar aja ka, InsyaAllah semoga dipermudah jalanku dan ujianku…
do’ain aja yah ka.
jangan2 ini cerita waktu suka sama……….. phrikitiw ah!hehe
cinta itu sifatnya fitrah, suci dan mendekatkan pada takwa
jika tidak terasa demikian, berarti ada yag salah dengan cinta nya.. heu
hehe… tau aja si adam…
iya dam setuju pisan. dan sekarang kita harus selalu membuka mata dan menilai jika cinta itu datang.
cinta itu fitrah,, tapi jangan terlalu diturut,, ntar jadi nafsu,,,
susah kalo udah nafsu mah kang,,,
heuheu… iya ressu… itu cerita lama ko.
do’akan semoga saya bisa Istiqomah…
lebih baik meminta cinta dari Sang Maha Penguasa Cinta..